Perbedaan Harga Minyak WTI dan Brent

Benchmark minyak mentah, juga dikenal sebagai penanda minyak, pertama kali diperkenalkan pada pertengahan 1980. Ada tiga tolok ukur utama yaitu, WTI, Brent Blend, dan Dubai. Blends terkenal lainnya termasuk yang digunakan dalam “OPEC basket” oleh OPEC antara lain, minyak mentah Tapis yang diperdagangkan di Singapura, Bonny Light digunakan di Nigeria dan Meksiko. Energi Intelligence Group telah menerbitkan buku panduan yang mengidentifikasi 161 blends (campuran) yang berbeda.
Benchmark digunakan karena ada banyak varietas (jenis) dan tingkat (nilai) yang berbeda pada minyak mentah. Penggunaan benchmark memberikan referensi jenis-jenis minyak sehingga memudahkan bagi penjual dan pembeli.
Tiga produk minyak yang paling sering dikutip adalah Amerika Utara West Texas Intermediate crude (WTI), Laut Utara Brent Crude, dan UEA Dubai Crude, dan harga mereka digunakan sebagai barometer untuk seluruh industri perminyakan, meskipun, secara total, ada 46 negara-negara pengekspor minyak utama. Brent Crude biasanya dihargai sekitar $2 dollar di atas harga Spot WTI, yang biasanya dihargai $5 sampai $6 dolar di atas EIA’s Imported Refiner Acquistion (IRAC) dan harga OPEC Basket.
Meskipun pengujian minyak mentah mengevaluasi berbagai macam sifat kimia minyak, dua sifat yang paling penting menentukan nilai suatu minyak mentah adalah densitas (diukur sebagai gravitasi API tertentu) dan kandungan sulfur-nya (diukur per massa). Minyak mentah dianggap “berat” jika kandungan lilinnya tinggi, atau “ringan” jika rendah kandungan lilinnya: API gravity 34 atau lebih adalah “ringan”, antara 31-33 adalah “sedang”, dan 30 atau kurang adalah “berat”. Minyak Mentah dianggap “manis” jika kandungan sulfurnya rendah (<0,5% / berat), atau “asam” jika kandungan sulfurnya tinggi (> 1,0% / berat). Umumnya, semakin tinggi API gravity (semakin “ringan” ia), maka semakin berharga minyak mentah tersebut.
West Texas Intermediate (WTI)
West Texas Intermediate digunakan terutama di Amerika Serikat. Ia adalah minyak mentah dalam kategori “light” (API gravity) dan “sweet” (rendah-sulfur) sehingga ideal untuk memproduksi produk-produk seperti bensin rendah sulfur dan diesel rendah belerang. Brent tidak “seringan” atau “semanis” WTI tetapi masih termasuk minyak mentah bermutu tinggi. “OPEC basket” sedikit lebih berat dan lebih asam dari Brent. Sebagai hasil dari perbedaan gravitasi dan belerang.
Brent Blend

Brent Crude digunakan di seluruh dunia, terutama di Eropa dan pasar “OPEC basket”. Benchmark ini adalah campuran minyak mentah dari 15 ladang minyak yang berbeda di Laut Utara.
Dubai dan Oman
Dubai Crude juga dikenal sebagai Fateh diproduksi di Emirat Dubai, bagian dari Uni Emirat Arab. Kilang Dubai hanya ada di Dubai, di Jebel Ali, mengambil kondensat sebagai bahan baku, dan karena itu semua produksi minyak mentah Dubai diekspor. Selama bertahun-tahun ia hanya bebas diperdagangkan di Timur Tengah, namun secara bertahap pasar spot telah dikembangkan di Omani Crude juga.
Selama bertahun-tahun, sebagian besar produsen minyak di Timur Tengah telah mengambil harga rata-rata bulanan spot Dubai dan Oman sebagai patokan untuk penjualan ke Timur Jauh (harga berjangka WTI dan Brent digunakan untuk ekspor ke Basin Atlantik). Pada bulan Juli 2007, sebuah mekanisme baru yang potensial telah muncul dalam bentuk Dubai Mercantile Exchange, yang menawarkan kontrak berjangka pada Omani Crude. Apakah DME akan berhasil, dan apakah harga berjangka Oman akan diadopsi oleh produsen dan pembeli sebagai patokan, masih harus dilihat.
Kontrak
Karena likuiditas dan transparansi harganya yang sangat baik, kontrak digunakan sebagai patokan harga pokok internasional.
Minyak mentah merupakan komoditas dunia yang paling aktif diperdagangkan, dan kontrak berjangka “light sweet crude oil” Divisi NYMEX adalah bentuk yang paling cair di dunia untuk perdagangan minyak mentah, serta volume terbesar dunia pada perdagangan kontrak berjangka komoditi fisik. Tambahan manajemen risiko dan peluang perdagangan yang ditawarkan melalui opsi kontrak berjangka; opsi calendar-spread; opsi crack-spread pada perbedaan harga heating-oil dan crude-oil berjangka dan bensin berjangka dan minyak mentah berjangka; dan pilihan harga rata-rata.
Kontrak diperdagangkan dalam satuan 1.000 barel, dan titik pengirimannya adalah Cushing, Oklahoma, yang juga dapat diakses pasar spot internasional melalui jaringan pipa. Kontrak tersebut menyediakan untuk pengiriman beberapa macam tingkat (nilai) minyak mentah asing yang diperdagangkan secara domestik dan internasional, dan melayani beragam kebutuhan pasar fisik.
Sweet Crude Oil
“Sweet Crude Oil” (minyak mentah manis) adalah salah satu jenis minyak bumi. Minyak bumi dikategorikan “Sweet” jika mengandung sulfur kurang dari 0,5%, dibandingkan dengan “Sour Crude Oil” (minyak mentah asam) yang memiliki kandungan sulfur lebih tinggi. Minyak mentah “sweet” mengandung sejumlah kecil hidrogen sulfida, dan karbon dioksida. Berkualitas tinggi, berkadar belerang rendah, minyak mentah jenis ini umumnya digunakan untuk diproses menjadi bensin. Permintaan minyak mentah jenis ini cukup tinggi, khususnya di negara-negara industri. “Light sweet crude oil” adalah versi minyak mentah yang paling dicari karena mengandung sejumlah besar fraksi yang digunakan untuk proses bensin, minyak tanah, dan solar berkualitas tinggi. Istilah “manis” awalnya muncul karena tingkat sulfur yang rendah yang disediakan oleh minyak jenis ini dengan rasa agak manis dan bau yang menyenangkan. Pada abad 19, para “prospector” akan mencoba rasa dan bau dari sejumlah kecil minyak jenis ini untuk menentukan kualitasnya.
See more at: http://blog.juwarto.web.id/benchmark-komoditi-minyak-mentah/#sthash.2atCZrRL.dpuf

One thought on “Perbedaan Harga Minyak WTI dan Brent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *