Profil Pengusaha Sukses di Bidang OTOMOTIF

2.1  Soichiro Honda

Nama
Soichiro Honda
Tanggal Lahir
17 November 1906
Tempat Lahir
Shizuoka, Jepang
Meninggal
5 Agustus 1991 ( Umur 84 tahun )
Pekerjaan
Pengusaha, Pendiri Honda
Pendidikan
Pendidikan Non Formal
Pasangan
Sachi Honda


 Biografi
Soichiro lahir 17 November 1906 – meninggal 5 Agustus 1991 pada umur 84 tahun) adalah seorang industrialis Jepang yang dilahirkan di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang.
Honda menghabiskan masa kecilnya membantu ayahnya dalam bisnis reparasi sepeda. Pada saat 15 tahun, tanpa pendidikan formal, Honda pindah ke Tokyo untuk mencari kerja. Dia bekerja magang di sebuah bengkel pada 1922, dan setelah mempertimbangkan pekerjaannya, ia tetap bekerja di sana selama enam tahun lagi sebelum kembali ke kampung halamannya untuk memulai usaha reparasi mobilnya pada 1928 dalam usia 22 tahun.
Honda menyukai balapan otomotif dan menciptakan rekor kecepatan pada 1936. Dia kemudian mengalami cedera dalam sebuah kecelakaan yang parah – tulangnya patah termasuk di kedua pergelangan tangannya – dan berhasil dibujuk istrinya untuk berhenti membalap. Honda lalu berkonsentrasi pada usahanya, dan pada 1937 dia pindah ke pembuatan cincin-piston dengan mendirikan Industri Berat Tokai Seiki (IBTS,Tokai Seiki Heavy Industry). Pada 1948 dia menjual IBTS kepada Toyota seharga 450.000 yen (kira-kira sama dengan 1 juta dolar AS jika diukur pada tahun 2003).
Pada 1948Honda memulai produksi sepeda motor sebagai presiden Honda Corporation. Honda mengubah perusahaan tersebut menjadi sebuah perusahaan multinasional berharga milyaran yang memproduksi sepeda motor terlaris di dunia.
Honda tetap menjabat presiden perusahaan hingga dia pensiun pada 1973, kemudian tinggal sebagai direktur dan diangkat sebagai “penasehat tertinggi” pada 1983. Setelah pensiun Honda menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang berhubungan dengan Yayasan Honda. Dia meninggal pada 1991 karena gagal lever.
Soichiro Honda lahir sebagai anak pertama seorang pandai besi bernama Gihei Honda, pada 1906 di sebuah desa kecil bernama Komyo (sekarang bernama Tenryu), Jepang. Ia tidak mengenyam pendidikan formal memadai dan tidak cemerlang di sekolah. Namun memiliki semangat dan cita-cita yang sangat tinggi.
Berbagai literatur menyebutkan bahwa awal ketertarikannya pada dunia otomotif diawali pada usia yang sangat muda. Pada tahun 1922 dia bekerja pada bengkel Art Shokai, tidak meneruskan keahlian ayahnya sebagai seorang pandai besi. Pekerjaannya tidak langsung berhubungan dengan mesin seperti yang dia inginkan namun sebagai seorang tenaga cleaning service sambil mengasuh bayi dari pemilik bengkel, sampai pemilik bengkel menemukan bakat Honda yang sesungguhnya. Enam tahun kemudian dia dipercaya membuka bengkel cabang Art Shokai di Hamamatsu. bengkel itulah yang membuka jalan selanjutnya.
Awalnya, dia merasa bahwa bengkel miliknya adalah yang satu-satunya di kota itu, namun tak lama kemudian dia dihadapkan pada kenyataan bahwa dia tidak sendirian. Segera muncul pesaing-pesaing baru namun ia memiliki 2 langkah untuk memenangkan persaingan. Pertama ia menerima perbaikan yang ditolak sebelumnya oleh bengkel lainnya dan kedua adalah bekerja secepat mungkin sehingga pelanggan tidak butuh waktu lama untuk menunggu.
Namun Soichiro bukan tipe yang puas dengan satu keberhasilan. Dia banyak menginginkan gagasan yang perlu diwujudkan. Contohnya ide membuat velg dengan jari-jari logam menggantikan jari-jari kayu. Obsesinya membuat ring piston yang saat itu masih sulit untuk didapat. Masa itu, buatan luar negeri jarang yang sempurna dan sukar dibuat. Ring piston itulah yang membuat dirinya kembali ke sekolah pada usia 28 tahun setelah bergulat dengan berbagai macam percobaan, ring piston yang dibuatnya tidak sesuai harapannya. Butuh tiga tahun untuk mewujudkan proyek ring piston ini. Namun pada masa perang dunia akhirnya menjadi penyuplai industri militer.
Setelah perang usai, ia muncul ide memasang mesin pada sepeda yang merupakan cikal bakal sepeda motor di kemudian hari. Awalnya ia memanfaatkan mesin-mesin bekas perang. Sewaktu buatannya dijual, respon masyarakat luar biasa. Dagangannya cepat laku hingga mendorongnya untuk membuat sepeda motor.
Meski sepeda motornya sukses, Honda ternyata terbentur masalah finansial bahkan terancam bangkrut. Ia memang seorang penemu dan mekanik yang hebat namun tidak pandai mengelola keuangan. Inilah yang kemudian mempertemukan dengan Takeo Fujisawa.
Di mata karyawannya, Soichiro terkenal keras, bahkan tak jarang dia “main tangan” dalam arti yang sesungguhnya. Bekerja dengan Soichiro berarti ada dua pilihan: pindah ke perusahaan lain atau belajar dengannya. Selain mencintai dunia permesinan, Soichiro sendiri tergila-gila dalam dunia balap. Itu pula yang kemudian menjadi kunci suksesnya. Dari arena balap, dia mendapatkan masukan berharga bagi pengembangan produknya. Bahkan ketika baru memasuki dunia pembuatan mobil pada tahun 1962, hanya 2 tahun sesudahnya, ia langsung merealisasikan idamannya, terjun di arena Formula 1. Sedangkan di kancah produksi massal, Honda menelurkan produk yang sangat disukai pasar, hemat bahan bakar dan berkecepatan tinggi, yang menjadi trade mark Honda hingga sekarang. Ketika ia pensiun pada 1973, ia menyerahkan pimpinannya pada Kiyoshi Kawashima. Soichiro meninggal pada tahun 1991 di usia 84 akibat penyakit liver. Meninggalkan istrinya, Sachi dan seorang anak laki-laki serta dua anak perempuan.
2.2  Enzo Ferrari
Nama
Enzo Anselmo Ferrari
Tanggal Lahir
Modena, Italia
Tempat Lahir
18 Februari 1898 
Meninggal
14 Agustus 1988 (umur 90)
Pekerjaan
Pengusaha ( Founder dari Ferrari )
Pendidikan
Sekolah Mesin
 

 A.    Biografi
Enzo Ferrari kelahiran 18 Febuari 1898 di Modena Italia memiliki seorang ayah yang bernama Antonio Ferrariyang meninggal pada tahun 1916 karena wabah flu yang saat itu melanda. Enzo Ferrari tumbuh dari keluarga seorang petani di pedesaan Itali. Sejak kecil Enzo suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan listrik, tetapi pada saat dia remaja Ia sempat meminta izin pada ayahnya untuk mengikuti kelas sore yang mempelajari seputar permesinan. Awalnya, ia tidak diizinkan oleh ayahnya, namun lama-kelamaan akhirnya ayahnya luluh dan mengizinkannya.
 Saat ia lulus sekolah mesin ia sempat bekerja di beberapa pabrik mobil. Sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk membuat sendiri mobil yang menggunakan nama ia sendiri yaitu Ferrari. Scuderia Ferrari didirikan oleh Enzo Ferrari pada akhir tahun 1929 sebagai sponsor untuk beberapa pembalap amatir dalam berbagai balapan. Enzo sendiri, yang juga menjadi pembalap pada saat itu menggunakan mobil produksi Costruzioni Maccaniche Nazionali (CMN) dan Alfa Romeo sebagai mobil balapnya.
 Ide pendirian tim Ferrari datang pada tanggal 16 November 1929 dikota Bologna, ketika Enzo saat itu bersantap malam bersama dua bersaudara Caniato (Augusto Caniato dan Alfredo Caniato), dan pembalap Mario Tadini. Mereka lantas memutuskan untuk membangun sebuah tim dengan mobil produksi Alfa Romeo. Enzo Ferrari juga membuat anak perusahaan yang bernama Maserati yang merupakan usul dari sang ibu.
Enzo Ferrari lantas melanjutkan karier membalapnya dengan beragam kesuksesan sampai akhirnya putranya yang bernama Alfredo Ferrari (kemudian dikenal dengan nama Dino Ferrari) hasil dari pernikahannya dengan Laura lahir pada tahun 1932. Pada suatu hari Dino meminta ayahnya (Enzo) untuk dibuatkan mesin V6 2000cc untuk kejuaraan Formula 2. Awalnya Enzo merasa keberatan mengingat Enzo selalu menciptakan mesin diatas 3000cc dengan konfigurasi V12. Namun akhirnya permintaan anak tunggalnya itu dikabulkan dan Enzo menunjuk engineer ternama yang bernama Vittorio Jano untuk membuatnya, tetapi sungguh disayangkan sebelum mesin itu selesai Dino sudah meninggal pada usia 24 tahun karena sakit.
Butuh waktu lama bagi Enzo untuk mengikhlaskan kepergiaan anak tunggalnya itu walaupun akhirnya mesin itu selesai dan mampu merajai Formula 2 dan akhirnya mesin dan mobil itu diproduksi massal dan laku keras yang diberi nama Ferrari Dino 206. 206 itu sendiri berarti mesin 2.0L dan konfigurasi V6.
Pada suatu saat Enzo harus menjual setengah perusahaannya ke FORD karena terjadi permasalahan finansial di dalam perusahaan Scuderia Ferrari. Kemudian pada usia yang sudah renta sekitar 70 tahunan Enzo ditahan oleh kepolisian Prancis. Para saudara Enzo segera mengetahuinya dan segera membayar uang jaminan kepada kepolisian Prancis untuk melepaskan Enzo. Saat keluar dari penjara kondisi kesehatan Enzo sudah tidak fit lagi sampai akhirnya Enzo Ferrari meninggal di usia 90 tahun pada 1988. Dan sebagai bentuk atau tanda terimakasih kepada Enzo Ferrari, para engineermerancang  mobil Ferrari yang sangat kencang yang di beri nama ENZO FERRARI. Pada tahun itu jugalah, tim Ferrari mencoba peruntungannya diajang balapan besar dengan turun diajang 24 Hours of Le Mans dengan mobil Alfa Romeo 8C 2300 Spiders yang berjumlah dua buah dan hasilnya cukup fantastis dengan perolehan  kemenangan juara 1 dan 2.

2.3  Chung Ju Yung

Nama
Chung Ju-yung
Tanggal Lahir
25 November 1915
Tempat Lahir
Tongchon, Korea Utara
Meninggal
21 Maret 2001
Pekerjaan
Pengusaha ( Pendiri Hyundai Group )
Pendidikan
Sekolah Akuntansi
Biografi
Chung Ju-Yung (1915 – 2001) adalah pendiri Hyundai, perusahaan mobil terbesar di Korea, pionir perubahan, dan perintis globalisasi di negaranya. Anak petani ini pernah menjadi buruh tani, kuli bangunan, dan kuli pelabuhan. Siapa nyana ia bisa menjadi raja industri kaliber dunia. 
Chung Ju-Yung lahir November 1915 di Asan-Ri, Songjon-myun, Perfektur Tongchon, Kangwondo, di daerah pegunungan yang terletak di bagian utara Korea. Masa itu Korea dikuasai Jepang.
Orangtuanya adalah petani yang hidup pas-pasan, walaupun mereka keturunan Chung Mong-Ju, penyebar ajaran Konfusius yang terkemuka menjelang akhir era kerajaan di Korea. Chung Mong-Ju juga seorang penyair besar.
Ju-Yung pernah belajar 3 tahun di sekolah kampung tempat kakeknya menjadi kepala sekolah. Di sini ia harus menghafal ajaran-ajaran Konfusius yang ternyata sangat mempengaruhi hidupnya kemudian dan menjadi falsafah perusahaannya.
Untuk menghidupi keluarga, ayah dan ibu Ju-Yung bekerja dengan tekun sejak pagi buta hingga larut malam. Ju-Yung, seperti ayahnya adalah putra sulung. Ia diharapkan bertanggung jawab mengasuh ketujuh adiknya kelak, sama seperti dulu dilakukan ayahnya terhadap saudara-saudaranya sendiri. Jadi, sejak usia 10 tahun, pukul 04.00 subuh Ju-Yung sudah dibangunkan ayahnya. Dalam udara dingin, mereka berjalan 8 km untuk mencapai ladang dan bekerja di sana. Ayahnya bertekad menggemblengnya agar menjadi petani yang tangguh.
Selain membantu ayahnya, Ju-Yung mesti bersekolah. Sepulang dari sekolah, pelbagai pekerjaan sudah menunggunya di rumah. Meskipun demikian, berhasil juga ia menyelesaikan pendidikan SD pada tahun 1931, walaupun menurut Ju-Yung ia hampir tidak belajar apa-apa di bangku sekolah.Saat bekerja di ladang, Ju-Yung sering bertanyatanya di dalam hati, “Apakah ia mau bertahan setiap hari membanting tulang dengan hasil yang tidak memadai? Apakah sebaiknya ia bekerja menjadi kuli bangunan saja yang hasilnya lebih besar?”
Chung Ju-Yung lahir sebagai anak petani dari 8 bersaudara, 6 laki-laki dan 2 perempuan di Asan-ri, Songjon-myun,Kangwon-do, pegunungan di utara Korea. Waktu itu, Korea sudah di bawah pemerintahan Kekaisaran Jepang sejak 1910.
Sebagai anak tertua, dia turut bekerja keras dan bertanggung jawab atas adik-adiknya. Ayahnya sendiri mendidik Ju-Yung sebagai petanidari kecil. Ia sendiri lulus dari sekolah dasar Songjon pada tahun 1931. Sembari sekolah dia memiliki hobi membaca surat kabar di kantor desadengan harian Dong sebagai surat kabar satu-satunya yang bisa ditemui di tempatnya. Melalui surat kabar itulah Ju-yung mendapatkan lowongan kerja di bidang konstruksi di sebuah pelabuhan besar Chungji, kota dekat bekas wilayah Uni Soviet.
Chung Ju-Yung akhirnya meninggalkan keluarganya, bersama kawannya ia pergi ke Chungji untuk mencari pekerjaan. Di kota Wonsan, ia berharap kawannya di sana memberikan pekerjaan. Namun sayangnya dia tidak mendapatkan pekerjaan bahkan sampai harus tidur di ruang terbuka. Dalam perjalanannya ke Chungjin, dia mendapatkan pekerjaan sebagai buruh dalam pengerjaan rel kereta api. Namun dia dipanggil pulang oleh ayahnya. Kemudian dia mencoba lari dari rumah untuk mencari pekerjaan namun ayahnya berhasil membawanya pulang kembali ke rumah. Ju-Yung akhirnya membaca iklan untuk mengikuti pendidikan di sebuah sekolah akuntansi. Dia tertarik dan memutuskan untuk lari dari rumah ketiga kalinya dengan mengambil uang ayahnya sebesar 70 won dan pergi ke stasiun Chunglyanglee, pada tanggal 10 April 1932. Dia menggunakan uang itu untuk bekal sekolah. Dia sangat keras dan tekun untuk belajar selain itu juga hobi untuk membaca buku-buku perpustakaandan membaca buku-buku terkenal seperti Biografi Napoleon Bonaparte (Life of Napoleon), Biografi Abraham Lincoln dan Kisah Tiga Kerajaan (The Three kingdoms), dan lain-lainnya. Chung Ju-Yung bersitegang dengan ayahnya ketika ayahnya berhasil menemuinya di pondokannya. Dia berkata “Saya tidak ingin pulang mencangkul, mengerjakan pekerjaan petani, saya tidak ingin melarat di pedesaan”. Karena kondisi di pedesaan semakin parah, dia dan temannya melarikan diri lagi dari rumah namun berpisah di Seoul. Chung sendiri melanjutkan perjalanannya ke Inchon untuk mencari pekerjaan dan bekerja menjadi apa saja. Dia bekerja menjadi kuli bangunan. Tak betah, ia mengadu nasib ke Seoul. Di sana ia mendapat pekerjaan di toko Bokheung Firm dan bekerja sebagai pengirim barang ke konsumen dengan gaji bulanan. Saat itu, 1934 Chung sendiri masih berusia kurang dari 20 tahun.Ternyata karier Chung di sana cukup baik, ia lalu dipercaya oleh pimpinannya. Dari gajinya yang ia kumpulkan, kemudian Chung membeli beberapa properti untuk keluarganya di Tongchon. Dan tak lama setelah itu, Chung Ju-Yung menikah dengan Byun Joong-Seok, gadis dari desa yang sama.Tak lama setelah berkeluarga, Chung kembali ke Seoul dan menyewa rumah di Shintangdong, di situ dia juga membuka toko kelontongnya bernama Kyongil Firm. Dengan mengelola bisnis sendiri, ia belajar tentang manajemen bisnis. Sebagai hasilnya, kehidupan ekonominya cukup baik.
Pada tahun 1937, Jepang melancarkan agresi militer ke Cina. Sehingga untuk keperluan militer semua bahan dibutuhkan dan toko Chung menjadi pilihan untuk ditutup. Ini sangat menekan Chung dan akhirnya membuatnya bangkrut, dengan demikian dia akhirnya tinggal di desa bersama keluarganya untuk sementara. Pada tanggal 1 Februari 1940 ia membuka bengkel mobildengan nama “A do Service“. Ia membeli tanah seharga 5000 won baik dari tabungannya dan pinjaman dari konsumennya. Namun baru lima hari dibuka, bengkelnya sudah terbakar. Tak kenal menyerah, Chung meminjam 3000 won dari konsumennya kembali dan menjalankan A do Service-nya di tempat baru dengan 50 pekerja. Namun ia sering mendapat masalah dengan polisi Jepang. Untuk menghindari masalah, ia menarik hati para polisi itu dan usahanya kembali berjalan lancar.Bengkelnya juga menerapkan strategi baru yang menerapkn efisiensi kerja dan ketetapan waktu sehingga mampu menangani pekerjaan lebih cepat dari rivalnya. Strategi ini kemudian diterapkan menjadi kode rahasia Hyundai dan sekaligus menjadi fondasi dalam mengembangkan Hyundai Motor Company nantinya.
Pada akhir 1941, Jepang memulai perang Pasifik (Perang Asia Timur Raya atau Dai toa senso) dalam Perang Dunia II. Di sini Jepang mengerahkan dan memobilisasi segala sumber daya Korea. Banyak perusahaan Korea mengalami gulung tikar termasuk perusahaan Chung Ju-Yung yang terpaksa harus merger dengan perusahaan-perusahaan Jepang. Ini merupakan cobaan berat untuk Chung.
Pada 15 September 1950, prajurit Amerika Serikat (AS) mendarat di Inchon dan mengarah ke utara dan terlibat dalam Perang Korea. Prajurit AS banyak membutuhkan pengerjaan-pengerjaan dalam bidang konstruksi. Chung Ju-Yung melibatkan diri di dalamnya dan dibantu oleh seorang letnan AS bernama McAllister. Namun suatu hari Ju-Yung mengerjakan proyek di Jembatan Golyong (Golyong Bridge) di atas sungai Nakdong yang dimulai pada bulan Oktober 1953 dan selesai pada Mei 1955 dengan anggaran 50 juta Won namun dia mengalami kerugian 70 juta Won. Defisit sangat tinggi ini hampir membuat Hyundaibangkrut. Di sini ia tidak menyerah, dia mengatakan “Ini bukan kekalahan tetapi percobaan baru”. Di sinilah saatnya untuk menetapkan reputasi perusahaan yang lebih baik sebagai salah satu strateginya. Hyundai memenangkannya sekalipun diperlukan 20 tahun untuk membayar utang-utangnya.
Pada bulan Desember 1966, dua tahun sebelum memulai proyek jalan raya Seoul-Pusa, lahirlah Hyundai Motor Company di Seoul. Sebelum itu, mobil-mobil di Korea diimpor dari Jepang dan waktu itu, permintaan mobil sangat kecil di pasar sekitar 30 ribu per tahun. Dan sangat tidak memungkinkan untuk mendirikan industri mobil di Korea. Tetapi Ju-Yung bersikeras untuk membuat industri mobil di sana. Bermodal pengalaman mendirikan bengkel mobil serta keyakinan bahwa “kemakmuran sebuah negara berjalan bersamaan dengan mobilitas dan fleksibilitas di mana sejarah perkembangan manusia tentang mobilitas dari berkuda sampai menggunakan mobil, membuktikan hal tersebut“. Maka kemudian Hyundai menjelma menjadi pabrikan mobil dengan output satu juga unit per tahun yang menempatkannya sebagai pabrikan mobil terkuat di dunia. Sekiranya Chung Ju-Yung tidak mengambil inisiatif, niscaya Industri Otomotif di Korea hanyalah tinggal angan-angan.
Kemudian Hyundai dan Ford menjalin kontrak dalam teknologi perakitan dalam tempo dua tahun di mana Ford menginvestasikan sebesar 79 % sementara Hyundai 21 %. Setelah kesepakatan 2 tahun ini selesai, Hyundai menawarkannya dengan besaran 50:50. Karena Ford tidak berencana melanjutkan bisnis di Korea, negosiasi itu berakhir di tengah jalan. Chung akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perakitan mobil itu sendiri atas nama Korea. Dia kemudian mempercayakan Hyundai Motors itu kepada adiknya Chung Se-Yung dan belatar ke Italia untuk teknologi otomotif advance. Model pertama Hyundai yang keluar dari jalur perakitan adalah Hyundai Pony pada Januari 1976 yang menjadi mobil pertama yang keluar dari pabrikan Korea. Produksinya bertepatan dengan membaiknya kondisi Ekonomi Korea dan mulai selesainya proyek jalan-jalan. Produksi lokal ini kemudian menjadi sangat sukses. Chung akhirnya menghentikan kooperasi dengan Ford dan menjalankan perusahaan mobil sendiri.
Berbasis dari Hyundai Pony, Hyundai kemudian melanjutkan dengan mobil-mobil generasi selanjutnya. Lahirlah kemudian model seperti Hyundai Excel yang sangat sukses di pasar Amerika Serikat. klien Amerikanya sangat terkejut dengan imajinasi para pembuatnya. Mereka tidak tahu kalau pembuat mobil ini awalnya hanyalah anak miskin dari pegunungan Korea.Hyundai grup akhirnya berkembang menjadi perusahaan yang tidak hanya berbasiskan pada mobil. Terdapat pula perusahaan elektronik, industri-industri berat, Miscellaneous, Konstruksi serta Finance & Services.

2.4  Michio Suzuki

Nama
Michio Suzuki
Tanggal Lahir
10 Mei 1887
Tempat Lahir
Hamamatsu, Jepang
Meninggal
1982
Pekerjaan
Founder Suzuki Group
Pendidikan

  • Biografi
Michio Suzuki dilahirkan pada tahun 1887 di sebuah kota kecil bernama Hamamatsu sekitar 200 km dari Tokyo, Jepang. Ia merupakan anak dari seorang petani kapas Jepang. Michio bekerja sebagai tukang kayu dan tumbuh menjadi seorang anak muda yang mau bekerja keras. Pada tahun 1909, pada usia 22 tahun, dia merancang sebuah alat tenun kayu yang dioperasikan dengan pedal, dan mulai menjual produknya. Suzuki Loom Works pun didirikan. Bisnis nya berjalan baik, pesanan stok semakin meningkat dan Michio Suzuki mengembangkan mesinnya untuk industri sutra. Akhirnya, banyak mesin yang dikembangkan para ahli SLW dan bisnisnya pun tumbuh dengan pesat.
Sebelas tahun kemudian, pada 1920, Michio Suzuki memutuskan untuk memperkenalkan bisnis nya di bursa saham. Hari-hari sebagai perusahaan kecil milik keluarga pun berakhir, Michio Suzuki membutuhkan dana untuk bisa melakukan expansi bisnisnya untuk memenuhi permintaan dari pasar yang semakin berkembang. Pendirian Suzuki Loom Manufacturing Company (Suzuki Jidosha Kogyo) pada Maret 1920 di anggap sebagai cikal bakal dari Suzuki Motor Company. Suzuki Loom Manufacturing Company mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk investasi dan perusahaan ini pun berkembang dengan cepat. Pada tahun 1922 Suzuki Jidosha Kogyo telah menjadi perusahaan perkakas tenun terbesar di Jepang. Pada saat itu, Jepang belum menjadi kekuatan industri terbesar seperti yang kita kenal seperti sekarang ini. Komoditi ekspor terpenting saat itu adalah hasil garmen dan pakaian .Pada tahun 1926 Suzuki mulai meng-ekspor perkakas tenunnya ke Asia Tenggara dan India.Tetapi kebutuhan pasar dalam sekejap telah terpenuhi, perkakas tenun berkualitas tinggi dari Suzuki yang bisa bertahan lama menyebabkan permintaan untuk alat tenun baru pun perlahan menyusut. Suzuki mulai mempertimbangkan untuk membuat produk lain selain memproduksi mesin tenun.
            Bisa dikatakan hanya sedikit sekali pabrikan sepeda motor atau mobil di Jepang sebelum Perang Dunia ke Dua. Soichiro Honda baru membuat sepeda motornya pada tahun 1947. Sedangkan di Eropa dan Amerika industri sepeda motor dan mobil telah berjalan beberapa dekade. “Mesin Otto” telah dipatenkan di jerman tahun 1876 dan prototype sepeda motor pertama Einspur, Gottlieb Daimler’s telah dibuat tahun 1885. Robert Bosch memperkenalkan low-tension magneto the motorcycle sebelum akhir abad 19 dan pada saat yang sama Michio Suzuki sedang mendesain perkakas tenun pertamanya, perusahaan Eropa seperti Zedel (kemudian menjadi NSU), Royald enfield, puch, Peugeot, Norton dan Husqvarna telah memproduksi sepeda motor, begitu juga Indian dan Harley Davidson di Amerika. Majalah-majalah sepeda motor telah terbit dan beberapa club motor ter-organisir muncul di Eropa. Balap Isle Of Man TT pertama berlangsung tahun 1907, dua tahun sebelum Michio Suzuki memulai bengkel perkakas tenunnya.
            Tidak perlu dipertanyakan lagi, bahwa Jepang memang bukanlah pioneer dalam hal mendesain sepeda motor. Pabrikan Jepang terjun ke dalam bisnis ini puluhan tahun setelah Eropa dan dalam permulaannya pun mereka kebanyakan meniru desain dan the technical solutions dari mesin-mesin Eropa. Tetapi kita semua tahu apa yang terjadi setelah era tersebut, beberapa puluh tahun setelah Perang Dunia ke 2 pabrikan raksasa Jepang mendominasi pasar sepeda motor dunia. Suzuki Loom Manufacturing Company adalah sebuah perusahaan yang mengesankan tetapi semakin menurunnya permintaan akan produk mereka membuat Suzuki mempertimbangkan untuk terjun ke dalam bisnis otomotif. Dua puluh ribu kendaraan diimpor Jepang tiap tahunnya, tetapi belum bisa memuaskan permintaan pasar akan kendaraan kelas ringan yang murah. Michio Suzuki melihat celah pasar ini dan memulai langkah pertamanya.
Tahun 1938 Suzuki membuat prototype mobil pertamanya, berdasarkan pada Austin Seven.Tim riset Suzuki membeli sebuah Austin Seven dari Inggris, dipreteli dan dipelajari, setelah beberapa bulan kemudian mereka telah bisa membuat replika dari mobil 737cc buatan inggris tersebut. Pada saat itu Jepang hanya menguasai sedikit pengetahuan tentang bagaimana memproduksi mobil dan sepeda motor yang bagus dan meniru dari mobil buatan pabrikan Eropa sepertinya menjadi jalan untuk memulainya. Tetapi timing nya sangat tidak tepat.Pada saat itu Jepang sedang bersiap untuk berperang.Proyek ini terbengkalai dan Austin Seven versi Suzuki tidak pernah diproduksi massal.Meskipun begitu proyek ini memang bukan ide yang original, karena mobil pertama dari Nissan’s berdasarkan pada Austin Seven.
Setelah perang berakhir, diikuti oleh periode pembangunan kembali dan pemulihan ekonomi yang saat itu sangat tidak stabil. Pabrik perkakas tenun SLMC berusaha untuk diperbaharui, tetapi gelombang serangan tahun 40-an serta struktur finansial yang berantakan pasca perang pada awal 50-an hampir menghancurkan Suzuki Loom Manufacturing Company. Berdasarkan sebuah cerita tentang Shunzo, yaitu anak laki-laki Michio, dia memiliki ide untuk memasangkan mesin pada sepedanya ketika dia pulang dari perjalanan memancing pada suatu hari di musim gugur.Tanpa suatu tujuan khusus, dia berkutat dengan meja gambar di rumahnya dan mulai merancang sepeda bermotor nya sendiri. Tidak pernah diketahui apakah cerita ini nyata atau tidak, tetapi yang pasti manufacturing sepeda motor akan menyelamatkan perusahaan ini dari kehancuran.
Pada November 1951 para insinyur dari Suzuki Loom Manufacturing Company mulai mendesain sebuah mesin yang bisa dipasangkan pada sepeda.ide ini tidaklah unik, saat itu lebih dari 100 perusahaan Jepang lainnya muncul dengan ide yang sama . SoichiroHonda memulai Honda Technical Research Institute nya pada tahun 1946 dengan memperbaiki mesin-mesin kecil bekas yang dipakai oleh tentara Jepang selama perang dan memasangkannya pada sepeda . Satu tahun kemudian Honda mulai membuat mesin mereka sendiri. Saat itu Suzuki menyerahkan produksi sepeda bermotor pertama nya kepada Honda (Sekarang bernama Honda Motor Company) yang menguasai 70% dari commuting market . Sebelum mesin Power Free 36cc dirilis, sebuah mesin prototype 30cc, diberi nama “Atom” telah dibuat oleh Suzuki. “The Atom” tidak pernah diproduksi massal . Kualitas yang tinggi dari sepeda motor Suzuki membuatnya berdiri kokoh dan membuat gebrakan besar di Jepang .Banyak dari ide-ide original Shonzu Suzuki sampai ke tahap produksi. Sistem rancangannya dianggap sangat jenius, sehingga Kantor Hak Paten dari pemerintahan demokratik yang baru, memberikan subsidi keuangan pada Suzuki untuk meneruskan riset engineering sepeda motor. Tidak seperti kebanyakan kompetitornya, “the Power Free” tidak mempergunakan mesin dari produk berlebih milik militer, tetapi seluruhnya dibuat oleh Suzuki.
Pabrikan Suzuki bahkan membuat karburator dan magnet flywheel . The Power Free , diluncurkan akhir ’51, baru saja dijual beberapa bulan tidak lama berselang dilakukan banyak perubahan dan peningkatan . Hanya sebentar setelah Power Free diluncurkan pemerintah Jepang mengubah kebijakan tentang izin mengendarai sepeda motor berkapasitas kecil.Tidak diwajibkan lagi Surat Izin Mengemudi untuk mengendarai sepeda motor 4 tak berkapasitas sampai 90cc dan 2 tak sampai 60cc. Suzuki dengan segera melakukan pengembangan sepeda motor baru dengan peningkikatan kapasitas mesin menjadi 60cc. Dan ditambahkan pula gearbox dua speed pada produk mereka.
Setelah “The Power Free” sukses di pasaran, pada tahun 1953 Suzuki Jidosha Kogyo memperkenalkan “Diamond Free” yang merupakan pengembangan dari the Power Free. Kemudian tahun 1954 “Mini Free” moped 50cc yang mempergunakan vee belt sebagai penerus daya dirilis, pada tahun itu Suzuki memproduksi 6000 sepeda motor perbulan, dan berganti nama menjadi “Suzuki Motor Co. Ltd” pada bulan juni 1954 . Berawal dari pembuatan Bracket untuk mesin temple pada sepeda buatan Suzuki pertama kali. Akhirnya pada tahun 1954, Suzuki mencoba membuat sepeda motor pertamanya dengan nama COLLEDA 90cc. sampai dengan tahun 1960an, tidak banyak yang dapat dilakukan Suzuki karena sedikitnya permintaan export.
Di tahun 1967, Suzuki meluncurkan T500 yang diexport ke Amerika dan Inggris dengan nama Titan untuk USA dan Cobra untuk Inggris. Kemunculan T500 dinilai cukup sukses dan terus dikembangkan menjadi GT500 yang terus diproduksi hingga tahun 1977.Pada tahun1971, Suzuki mengalami kegagalan di pasar dunia dengan meluncurkan dengan model GT750 atau Water Buffalo.Pada tahun 1976 GT750 dikembangkan Menjadi GS750.Model GS750 ini cukup sukses dan sangat cepat menjadi popular. Pada tahun 1978, Suzuki mencapai kesuksesan yang luar biasa dengan diluncurkanya model GS 1000, Kesuksesannya ini dipicu karena motor Suzuki model GS 1000 ini memiliki frame yang terlihat lebih kokoh dibanding motor-motor lain saat itu.
Hasil pengembangan GS 1000 adalah GSX 1000 itahun 1980 dan GSX 1100 Katana di tahun 1982. Dengan model yang dikenal power full, style yang modern, body ringan dan harganya yang.sangat kompetitif. ini Suzuki mencapai sukses besar. Pada tahun 1986, kembali Suzuki membuat gebrakan dengan model andalanya GSX-R750 dan GSX-R 1100 yang dikenal sebagai motor super cepat pada saat itu karena modelnya yang mengadobsi motor balap dan diperuntukkan pada jalan raya. Suzuki model GSX-R750, sampai saat ini terus diproduksi sampai saat ini karena memiliki penjualan yang baik. Lain halnya dengan Suzuki model GSX-R 1100, produksinya di stop karena penjualan yang tak baik dan menyebabkan kerugian. Di tahun 1990an, GSX-R 1100 kembali didesign ulang namun tetap kurang mencapai kesuksesan. Gebrakan yang kesekian kalinya dialakukan kembali oleh Suzuki pada tahun 1999 dengan memproduksi GSX-1300R yang kita kenal dengan nama HAYABUSA sekaligus menjadi motor jalanan (street bike) yang tercepat didunia karena kecepatan mencapai 310km/jam.
Setelah melihat perkembangan yang sukses dari perusahaan Suzuki yang didirikannya, pada tahun 1982 pada umur 94 Michio Suzuki akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia berhasil membawa Suzuki menjadi sebuah perusahaan otomotif yang terkenal dan besar di dunia dengan banyak produk yang dikeluarkan disukai oleh masyarakat. Itu semua adalah ciptaannya yang dibuat berdasarkan kejeliannya dalam mendengarkan konsumen. Bukan untuk sebuah gaya, tapi efisiensi.
2.5  Henry Ford

Nama
Henry Ford
TanggalLahir
TempatLahir
Greenfield Township, Dearborn, Michigan, Amerika Serikat
Meninggal
07 April1947 (umur 83)
Pekerjaan
Pendidikan
SekolahDasar
KekayaanBersih
US$188,1 billion, berdasarkan informasi dari Forbes – Februari 2008
Pasangan
Clara Jane Bryant

 

  • Biografi
Henry Ford lahir di Dearborn-Detroit Michigan Amerika Serikat 30 Juli 1863. Ayahnya bernama William dan ibunya Mary Litogot O’ Hern Ford. Sejak kecil Henry Ford sangat menyukai percobaan-percobaan fisika. Ayahnya sebenarnya menginginkan Ford untuk menjadi petani, mewarisi pekerjaannya, akan tetapi Ford lebih suka meneliti tentang mesin.
Pada saat usia 13 tahun, ketika pergi bersama ayahnya dengan mengendarai kereta kuda, Ford melihat kereta yang berjalan tanpa memakai kuda. Ford keheranan dan berlari mengejar kereta tersebut. Peristiwa itulah yang mengubah jalan hidupnya.
Pada usia 16 tahun Ford diterima di bengkel Drydock Engine Works. Sambil bekerja dia banyak mengadakan percobaan mesin sendiri. Dia dikeluarkan dari tempat kerjanya karena mesin buatannya meledak. Hal itu tidak membuatnya jera, dia malah banyak mempelajari mesin 4 tak buatan OTTO dari buku-buku perpustakaan.
Ketika itu ada karyawan dari Edison Illuminating Detroit yang mengawasinya, dan akhirnya menawari kerja. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Ford. Selain kerja di tempat tersebut Ford juga membuat bengkel di kontrakannya.
Dengan kesungguhannya meneliti mesin, maka pada usia 29 tahun Ford berhasil membuat sebuah mesin.Itu artinya Ford baru bisa membuat mesin setelah 16 tahun. Mesin itu dipakai untuk menjalankan mobil pertamanya yang diberi nama Quadricycle. Dia terus melakukan pengujian terhadap mobilnya sehingga dari tahun 1896 sampai 1897 quadricycle telah menempuh jarak 1250 km.
Henry Ford pernah dipanggil atasannya dan diberi kenaikan jabatan dengan syarat menghentikan percobaannya. Karena keberatan akhirnya Ford keluar pada 15 Agustus 1899. Setelah itu dia mengajukan proposal pembuatan mobilnya kepada orang-orang kaya, tetapi mengalami berbagai penolakan.
Dengan kesungguhannya akhirnya dia mendapatkan modal juga. Setelah pabrik beroperasi rata-rata terjual 6 mobil per tahun. Investor sangat puas karena keuntungannya sangat besar, akan tetapi Ford merasa pekembangan ini sangat lambat. Dia menginginkan produksi mobil secara masal. Karena terjadi perbedaan pendapat akhirnya Ford mengundurkan diri dan mendirikan pabrik sendiri dengan modal dari tabungannya ditambah uang dari bank. Akan tetapi perusahaan yang baru didirikan ini bangkrut karena biaya eksperimennya tidak sebanding dengan hasil penjualan.
Pada tahun 1902 Ford mendirikan Cadillac Motor Car Company dengan bantuan dari teman-temannya. Dengan kesungguhannhya dalam bereksperimen, Ford berhasil membuat mobil balap dengan nama 999. Ketika dilombakan mobil ini menempati juara I, sehingga para investor berbondong-bondong untuk menanamkan modalnya di perusahaan Ford, dan saat itu nama perusahaan diganti menjadi Ford Motor Company.
Perusahaan Ford berkembang pesat sehingga tidak berapa lama mereka menyewa tempat yang lebih luas. Pada saat itulah Ford berfikir untuk memproduksi mobil secara massal sehingga harganya murah. Mobil yang dibuat diberi nama tipe A. Tipe ini sangat ringan dan laris di pasaran. Dalam 1 tahun bisa terjual 1700 unit. Ketika itu banyak pesaing yang meniru model A, sehingga ford mengganti terus modelnya, mulai model B, C, dan F.
Produksi terus meningkat sampai 6200 mobil pertahun atau 17 mobil per hari dengan jumlah karyawan 1900 orang . Akhirnya dibuatlah pabrik baru tiga lantai yang dilengkapi ban berjalan. Mobil yang dibuat adalah model T. Model ini adalah model yang menembus pasaran Eropa. Pada tahun 1908 perusahaan Ford sudah memproduksi 100 mobil per hari.
Dengan ide yang agak gila Ford memproduksi satu model saja, yaitu model T dan warnanya semua hitam. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar investor menarik diri, tetapi Ford tidak menyerah. Pada tahun 1913 Ford malah menerapkan sistem perabotan pabrik Highland park Michigan, dan ini meningkatkan produksi menjadi 1000 mobil per hari, karena kalau dulu perlu waktu 10 jam untuk membuat 1 mobil sekarang hanya tinggal 1,5 jam.
Tahun 1926 Ford membangun industry pesawat terbang Tri Motor Aeroplane. Tahun 1927 produksi mobil Ford sudah mencapai 4000 mobil per hari. Henry Ford meninggal pada 7 April 1947 pada usia 84 tahun.
Pada tahun 1960 perusahaan Ford telah menjadi nomor dua terbesar di dunia. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, semua mungkin saja terjadi, asalkan dengan keras kita terus mengejarnya. Pekerjaan sesulit apapun asalakan kita menyukainya maka akan tampak mudah dan menggembirakan.

2.6  Ferruccio Lamborghini

Nama
Ferruccio Lamborghini
Tanggal Lahir
28 April 1916
Tempat Lahir
Italia
Meninggal
20 Februari 1993
Pekerjaan
Founder Lamborghini
Pendidikan
Pendidikan Teknik

  • Biografi
            Ferruccio Lamborghin, lahir pada tanggal 28 April 1916. Dia merupakan sekaligus pendiri dari perusahaan mobil Itali Lamborghini, ia merupakan anak dari pasangan viticulturists Antonio dan Evelina Lamborghini, di rumah bernomor 22 di Renazzo di Cento, di wilayah Emilia-Romagna di Italia Utara.
Pada tanggal 2 Mei Lamborghini muda tertarik pada mesin pertanian bukan gaya hidup pertanian itu sendiri, dan ia belajar teknik di Fratelli Taddia. sebuah lembaga pendidikan dekat Bologna. pada tahun 1940, ia direkrut angakatan Udara Kerajaan Italia, di mana ia menjabat sebagai montir di pulau wilayah Rhodes bagian kerajaan Italia sejak 1911, setelah perang Italia-Turki, ia menjadi Pimpinan satuan pemeliharaan kendaraan. Lamborghini dipenjarakan ketika pulau itu jatuh ke tangan Inggris pada akhir perang pada 1945, dan tidak bisa pulang sampai tahun 1946.
Dia menikah, tetapi istrinya meninggal tahun 1947 saat melahirkan anak pertamanya, seorang anak bernama Antonio. Setelah perang, Lamborghini membuka bengkel di Pieve di kota Cento. Dalam waktu luangnya, Lamborghini memodifikasi sebuah Fiat Topolino yang telah lama dibelinya.
Lamborghini selalu dicirikan dengan sebuah mobil berperforma tinggi yang menjadi buruan orang berduit dunia. Namun jauh ke belakang, perusahaan asal Italia itu menyimpan sejumlah cerita yang menarik.
Ya, awalnya, produsen Aventador ini didirikan oleh seorang pendiri perusahaan traktor, Ferruccio Lamborghini. Traktor dengan merek Lamborghini Trattori pun dibangun dari bahan baku produksi militer pasca Perang Dunia II yang melimpah kala itu.
Pada tahun 1944, Ferrucio menjadi tawanan perang pasukan militer Inggris yang kemudian menempatkan dia untuk bekerja di departemen otomotif mereka. Dari sini Ferruccio mendapat pengalaman langsung untuk merawat mobil dan memastikan mobil dapat berjalan bahkan dengan persediaan bagian terbatas.
Setelah perang ia kembali ke kampung halamannya dan mulai berinovasi dengan bahan kelebihan perang lama dan merubahnya sebagai spare part yang sangat dibutuhkan traktor untuk petani lokal. Bisnis bengkel traktor Lamborghini diresmikan di garasi kecil dan mulai berkembang. Pada tahun 1949 Ferrucio sudah dapat membangun sebuah traktor dari nol tanpa menggunakan bahan persedian perang kemudian membangun pabrik Lamborghini Trattrice menjadi perusahaan traktor yang sukses setelah itu.
Bisnis traktor membuat Ferrucio yang sangat kaya, dan ia mulai membangun pabrik lain seperti AC dan peralatan pemanas sentral. Perusahaan tambahan ini dibuat Ferruccio Lamborghini lebih banyak uang sehingga ia menjadi salah satu orang terkaya di Italia saat itu. Saat itu Ferrucio belum memikirkan untuk membuat mobil sport atau super car.Ferruccio Lamborghini pun berubah menjadi kaya raya dan akhirnya menggeluti hobi mahal dengan membeli sebuah Ferrari 250 GT. Namun, mobil tersebut justru menimbulkan kekecewaan. Sebab, ia justru frustasi karena permasalah kopling hingga akhirnya menemui Enzo Ferrari untuk meminta saran.
Bukan jawaban yang ia dapat, Enzo Ferrari justru melemparkan komentar yang membuat Ferrucio Lamborghini tersinggung. “Masalahnya bukan pada mobilnya, tapi pada pengendaranya!” kata Ferrari.
Yang parahnya lagi, Ferrari pun melontarkan ucapan pedas dengan menyuruh Lamborghini untuk mengurusi traktornya saja. Merasa dihina, Lamborghini pun bersumpah untuk menciptakan sebuah kendaraan yang bakal mematahkan pesona Ferrari.
Setelah itu, Lamborghini pun mulai serius untuk menggarap mobil. Ia pun memanfaatkan sebah kota kecol San’Agta sebagai basis produksi mobil-mobilnya. Pada masa awal, mantan karyawan Ferrari, Giotto Bizzarini, Franco Scaglione, dan Gian Paolo Dallara diajak ikut bergabung.
Tugas tiga orang mantan pekerja Ferrari itu sangat jelas: membuat GT mewah dan kuat yang mampu mencapai kecepatan 241 km/jam. Akhirnya, pabrikan mobil yang diberi nama yang sama dengan nama pendirinya berhasil membuat Lamborghini 350GT dan melakukan debut publik pada Maret 1964 di Geneva Auto Show.
Hingga kini, Lamborghini dan Ferrari terus bersaing untuk menciptakan kendaraan yang menjanjikan performa terbaik. Keduanya pun memiliki karakter dan pecintanya masing-masing.
Pada tahun 1993 Ferrucio Lamborhini meninggal dunia diusianya yang 76 tahun. Pada satu tahun kemudian Chrysler kembali mengalami masa sulit dan kemudian menjual saham Lamborghininya kepada Investor Indonesia Tommy Soeharto yang merupakan anak dari Presiden Indonesia Soeharto, walaupun pada akhir-akhir tahun 90-an Indonesia mengalami krisis dan harus menjual sahamnya. Audi, perusahaan jerman langsung bergerak dan mengambil alih saham perusahaan dari keluarga cendana ini sampai saat ini.
Semenjak Audi memegang peranan, lahirlah beberapa seri dari Lamborghini seperti Lamborghini Murcielago, Lamborghini Gallardo sampai dengan Lamborghini Aventador dan yang terbaru Lamborghini Veneno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *