Etika dan teknologi

A. Etika 
Etika merpakan cabang dari filsafat. Etika encari kebenaran, dan sebagai filsafat, etika etika menerima keterangan (benar) yang sedalam dalamnya. Tugas tertentu bagi etika, yaitu mencari ukuran baik buruknya tingkah laku manusia. Etika hendak mencari. Tindakan manusia manakah yang baik. Kata yang cukup dekat dengan “etika “ adalah “moral”. Kata moral ialah nilai nilai dan norma norma yang pegangan bagi seseorng atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan molalitas dalah sifat moral atau kesuluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Segala hal yang yang di beri nilai, cantik, atau berguna, di usahakan untuk di wujudkan dalam perbuatan. Sebagai hasil usaha terrsebut, timbullah ukuran perbuatan atau norma tindakan 
            Sebagai mana di maklumi konsep etika dibuat atas dasar kepercayaan bahwa kehidupan manusia secara keseluruhan adalah baik, pada dasarnya manusia adalah baik.  Suatu etika yang mampu memberi penjelasan dan pertanggungjawaban rasional tentang nilai nilai, asas dan norma norma moril bagi  sikap dan perilaku manusia terhadap alam dan lingkungan ini akan sulit di dapatkan, tampa melibatkan manusia. Masalah ekologi tidak cukup di hadapi dengan mengembangkan etika lingkungan hidup, kalau sudah menyakngkut kesejateraan umum masarakat, pemikiran etis saja tidak akan berdaya tampa aturan aturan hukum yang menjamin pelaksanaan dan menindak pelanggarnya. Untuk itu perlu di ketahui berbagai teori yang membangun pemikiran tentang rtika lingkungaan hidup.
B.     Filsafat Teknologi 
Dengan ilmu terutama ilmu alam akan di capai pengertian akan penerapan ilmu alamyang memungkinkan manusia menguasai dan memanfaatkan daya daya alam. Di antara masalah masalah etis yang di hadapi sekarang ini, tidak sedikit yang berasal dari hasil, yang kadang kandang spektakuler yang di capai ilmu dan teknologi modern. Di bandingkan dengan generasi sebelumnya, perkembangan ilmu dan teknologi itu banyak sekali membaw aperubahan pada hidup manusia, antara lain juga menghadirkan masalah masalah etis yang tak pernah terduga sebelumnya. 
            Perkembangan teknologi dalam masyarakat bukan hanya untuk mengembangkan fisik, malainkan juga berfungsi rohani. Manusia mestinya menyadari bahwa dirinya adalah homo feber. Yaitu manu sia tukang, tujuan sosial yang di kehendaki dengan keterampilan jari jemarinnya dapat tercapai. Sifat dasar teknologi merupakan persoalan filsafat yang banyak di perbincangkan oleh para teknolog. Para penganjur teknologi juga menyanggah teknologi bersifat otonom dan menentukan dirinya sendiri. Teknologi tidak pernah otonom kalau yang di maksud adalah bebas sepenuhnya dari jangkauaan, pengendalian dan campur tangan dari orang orang yang menciptakannya dan menggunakannya. Jadi, teknologi mempunyai peran memperluas dan memperbesar potensi manusia memenuhi kebutuhan praktisnya. Kebutuhan praktis manusia yang perlu di penuhi oleh teknologi mencakup banyak hal. 
            Filsafat teknologi merupakan  salah satu cabang filsafat khusus yang melakukan analisa filsafat tentang teknologi dan berbagai unsur serta seginya. filsafat teknologi berhubngan dengan persolan filsafat mengenai semua segi dan unsur teknologi. Persolan filsafat itu merupakan persolan derajat kedua dan bukan persolan derajat ke satu yang terdapat dalam praktik teknologi. Filsafat teknologi merupakan cabang filsafat yang tengah mekar denngan kemungkinan kemungkinan yang luar biasa. Pengembangan secara sistematis memerlukan pengenalan, baik pada proses teknologi dengan segenap pengetahuan latar belakangnya, maupn pada pengetahuan filsafat pada dewasa ini.
C.     Prospektitaas Bahan Bakar Migas Dalam Landasan Etis Teknologi
Minyak bumi merupakan salah satu kekayaan yang sangat penting dab berpengaruh yang merupakan salah satu faktor peradaban manusia. Minyak dan gas bumi merupakan bahan galian, dan sebagai mana bahan galian lainya, minyak dan gas bumi bersifat tidak dapat tumbuh kembali, atau dengan kata lain bahan pakai habis, sekali di ambil, habislah bahan tersebut. Minyak bumi memiliki peranan khusus, karena selain bersifat bahan galian, minyak bumi juga berupa bahan bakar, sehingga minyak bui merupakan bahan bakar yang penting. 
Keunggulan sumber energi minyak dan gas bumi dapat di tinjau dari segi teknis dan ekonomisnya, terutama minyak bumi, karena keunggulan dalam pemakaian yang di sebabkan oleh sifat fisika, sebagai berikut
a.       Sifar cair minyak bumi
b.      Minyak dan gas bumi memiliki kalori yang tinggi
c.       Minyak dan gas bumi menghasilkan berbagai macam bahan bakar
d.      Minyak bumi menghasilkan berbagai macam pelumas
e.       Minyak bumi dapat bersifat ebagai bahan baku, yaitu bahan petrokimia
Pada dasarnya, semua aktivitas pembangunan yang brupa kegiatan fisik maupun non fisiktermasuk dalam produk legislatif. Yang sudah barang tentu akan memberikan dampak lingkungan, baik yang besifat positif maupun bersifat negatif. 
Limbah gas dan particulate matter, umumnya di hasilkan dari proses pembakaran bahan bakar, particulate dan azon yang di transmisikan ke atmosfer dari kegiatan transportasi, industri dan lain lain, akan memberikan dampak yang negatif bagi kesehatan dan kehidupasn manusia. Penanganan masalah limbah gas dan particulate di udara, agar tidak mencemari lingkungan, membutuhkan ilmu teknologi yang canggih dan biaya investasi yang cukup tingi
Suatu kebijakan mengenai energi yang menyangkut migas harus berdasarkan tiga hal pokok,
1.      Senyawa migas merupakan bahan yang dapat habis atau dapat di katakan bahan pakai habis
2.      Konsumsi migas terus menerus meningkat
3.      Kebijakan juga harus di dasarkan akan sumber minyak yang tidak merata
Sumber alam ada yang tidak dapat di pulihkan dan ada yang dapat di pihkan kembali. Suber alam dan lingkungan hidup merupakan modal besar bagi pembangunan, sehingga perlu di kenali dengan seksama dan menyeluruh. Pendayagunaan sumber sumber alam akan menghasilkan bahan bahan sisa yang biasanya di buang ke dalam lingkungan. Oleh karna itu sejak awal perlu di tetapkan kabijakan bebijakan pokok dalam pengolaan lingkungan hidup. Di samping itu kriteria bahan buangan pun perlu di tetapkan, sedangkan pengendalian pencemaran melalui pengunaan teknologi yang baik dan pengaturan lokasi perlu di tetapkan secara lebih mantab. Dengan demikian, untuk mencapai masyarakat yang serasi dan seimbang, adalah dengan pengembangan sumber alam dan pengolaan lingkungan hidup yang terus di tingkatkan, sehingga pembangunan masyarakat indonesia seutuhnya seperti yang tercantum dalamUUD’45 akan tercapai. 
Teknologi merupakan alat kepanjangan manusia dan tergantung dari manuasia itu sendiri bagaimana seharusnya mengendalikan diri. Teknologi sebahai sebuah sistim keterampilan praktis, mempunyai sejumlah input yang kemudian di gunakan untuk menghasilkan output. Di abad medern ini, perkembangan ilmu dan teknologi maju demikian pesat sehingga manusia mestinya menyadari bahwa penanganan masalah masalah moral yang di timbulkan oleh perkembangan teknologi perlu di lakukan. Sedangkan penanganan masalah etis yang bebeda merupakan tanggung jawab bagi pencipta teknologi. 
Kecanggihan teknologi sepatutnya di ikuti dengan kebijaksanaan dan kearifan manusia. Teknologi yang memerlukan energi yang sangat besar memiliki sumber energi yang berasal dari pembakaran bahanbakar, pembakaran bahan bakar minyak banyak menghasilkan gas beracun., sehingga di pelukan etika lingkungan hidup agar tidak merusak lingkungan. Menurut Johan Galtung ada 3 etika lingkungan yaitu 
1.      Etika egosentris
2.      Etika homosentris
3.      Etika ekosetris
Bahan bakar migas merupakan bahan bakar yang habis pakai, sehingga di perlukan kebijakan kebijakan tersendiri dalam pemakaiaannya, agar tidak kehabisan. Ada tiga hal dalam kebijakan mengenai bahan bakar migas yaitu
1.      Untuk migas yang di pakai dalam pembakaran, di usahakan untuk
2.      mencari sumber migas yang baru
3.      Pemakaiaan bahan bakar migas mulai di kurangi dan dikendalikan, agar sumbernya tidak habis.
4.      Karna bahan bakar migas tidak merata, maka sering terjadi pertikaian antara negara yang sumber masalahnya berasal dari produksi migas yang melimpah. 

Pengolaan lingkungan hidup di selenggarakan dengan asas tanggung jawab dan asas berkelanjutan yang bertujuan untuk melaksanakan pembangunan dan membentuk manusia indonesia seutuhnya, agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa pada tuhan  yang maha esa, sesuwau dengan pancasila dan UUD 1945 yang merupakan dasar negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *