Pencemaran Limbah Laut

Dampak yang sangat terasa oleh masyarakat di pantai dan sekitarnya serta terlihat jelas perbedaan yang mencolok sehingga lingkungan pantai juga terlihat rusak akibat pencemaran tersebut. Seiring dengan peningkatan permintaan kebutuhan minyak di industri, kebutuhan jarak yang jauh, semakin banyaknya pengeboran minyak lepas pantai, dan semakin bertambahnya transportasi laut sehingga pencemaran minyak semakin parah.
PP No.19/1999, pencemaran laut diartikan sebagai masuknya/ dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya menurun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu dan atau fungsinya. Sedangkan Konvensi Hukum Laut III) mengartikan bahwa pencemaran laut adalah perubahan dalam lingkungan laut termasuk muara sungai yang menimbulkan akibat yang buruk sehingga dapat merusak sumber daya hayati laut, bahaya terhadap kesehatan manusia, gangguan terhadap kegiatan di laut termasuk perikanan dan penggunaan laut secara wajar, menurunkan kualitas air laut dan mutu kegunaan serta manfaatnya.
1.1  Rumusan Masalah
Pencemaran limbah di laut yang disebabkan oleh tumpahnya minyak berakibat fatal terhadap lingkungan dan ekosistem di sekitar laut. Keterkaitan pencemaran limbah minyak di laut dengan pembelajaran tentang minyak menjadi sumber dari pencemaran di laut.
1.2  Tujuan
Masih banyaknya pembaca yang terlalu fokus pada limbah di darat dan tidak memahami tentang limbah laut juga merupakan salah satu ancaman, diharapkan pembaca :
1.      Dapat mengetahui betapa pentingnya ekosistem di laut.
2.      Mengetahui bahwa di laut terdapat polusi yang sangat merugikan akibat pengeboran minyak atau kecelakaan tanker.
3.      Mendapat ilmu tentang polusi minyak di laut.
ISI
1.      Sumber Pencemaran Limbah Minyak
Menurut Furkhon dalam “Analisis Pencemaran Laut Akibat Tumpahan Minyak di Laut”(2010), Pencemaran limbah belakangan ini terjadi di berbagai tempat, terlebih di daerah yang merupakan koloni pabrik-pabrik industri besar. Bahkan pencemaran tersebut ada yang dilakukan secara sengaja sebagai jalan pintas. Pencemaran limbah minyak tidak hanya selalu di laut, namun di darat juga bisa. Berbagai macam sumber pencemaran limbah minyak yakni limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pengerukan, limbah lumpur, limbah eksplorasi minyak, limbah produksi minyak, limbah radioaktif, limbah dari kapal, limbah pertanian, dan tumpahan minyak. Tak ada perbedaan yang mencolok antara kedua jenis limbah di atas, karena masing-masing merugikan ekosistem di sekitar pencemaran baik komponen biotiknya maupun komponen abiotiknya.
2.      Dampak Pencemaran Limbah di Sekitar Sumber
Dimana ada pencemaran pasti ada dampak juga disitu. Sekarang terdapat berbagai macam pencemaran limbah dan limbah tersebut ada yang menetap disitu dan mengalir hingga ke tempat lain. Berbagai macam limbah berakhir di laut, sehingga tentu dimana-mana sudah terkena dampaknya. Berbagai macam sumber yang dipaparkan sudah sangat sulit dikendalikan karena mudahnya menyebar. Disamping itu, sulitnya pengendalian juga dikarenakan limbah tersebut mengandung material beracun, logam berat dengan konsentrasi tinggi, mengandung asam dan basa yang tinggi, serta bahan-bahan lainnya yang membuat organism disekitar tempat menjadi mati. Limbah yang mengalir ke laut akan membuat air di laut tersebut terlihat keruh. Terlebih ditambah dengan pencemaran yang diakibatkan oleh eksplorasi minyak lepas pantai dan produksi minyak menghasilkan “drilling mud” dan “cutting mud” yang sangat berbahaya.
(pksplipb.or.id : 2005)
3.      Dampak Pencemaran Limbah Minyak di Laut
Menurut Fakhruddin dalam “Dampak Tumpahan Minyak Pada Biota Laut” (2004), Pencemaran limbah di laut tentu saja meninggalkan beberapa komponen limbah dan akhirnya mengendap, komponen minyak yang terapung di laut itulah yang mengakibatkan warna air laut terlihat hitam pekat. Komponen hidrokarbon yang bersifat toksin itulah penyebab spesifik matinya biota laut seperti plankton, dan menurunkan produksi ikan. Proses emulsifikasi inilah sumber mortalitas bagi organisme. Pencemaran ini mengakibatkan dampak jangka panjang dan pendek. Jangka pendek yakni akibat dari pencemaran limbah tersebut ikan-ikan yang terkena limbah saat ditangkap oleh para nelayan akan berbau minyak dan terlihat lembek. Inilah kerugian terbesar yang dialami para nelayan, karena menurunkan mutu ikan, sehingga harga jual akan sangat turun bahkan tidak laku sama sekali. Dampak jangka panjangnya yakni, biota mudalah yang merasakan dampak terbesarnya. Minyak yang sudah tercemar di dalam laut, akan termakan oleh biota laut disekitar situ, sehingga organisme organisme muda yang menjadi santapan organisme besar akan terus mengalir limbahnya. Sehingga, proses rantai makanan menjadi penyebab proses pencemaran akan terus menerus terjadi tanpa bisa dikendalikan. Selain itu ikan yang mati tentu saja akan menghalangi sinar matahari yang masuk, terumbu karang dan hutan mangrove juga terancam, bahkan pertumbuhan akan terpengaruh rumput laut akibat dari pencemaran minyak.
4.      Cara Mengatasi Pencemar Limbah Minyak di Laut
Dalam mengatasi berbagai masalah kita tidak bisa langsung mengatasi semudah membalikan telapak tangan, kita dituntut untuk berpikir logis agar mampu mengatasinya tidak sia-sia dan tepat. Sebelum penanggulangan tumpahan minyak, tindakan pertama yakni melakukan pemantauan terlebih dahulu agar mengetahui secara pasti jumlah minyak yang lepas ke lautan serta kondisi tumpahan. Ada dua jenis upaya yang dilakukan yaitu dengan pengamatan secara visual dan penginderaan jauh (remote sensing). Pengamatan visual dilakukan dengan pesawat dan hasilnya reliable. Dengan sering terjadinya tumpahan minyak yang besar sehingga menimbulkan berbagai macam variasi laporan. Kondisi inilah yang membuat teknik ini kurang dipercaya. Kemudian teknik penginderaan jarak jauh, ini menggunakan metode SLAR, hasilnya sangat akurat karena bisa digunakan segala waktu, jangkauannya luas, dan hasilnya sangat detail. Namun kekurangannya metode ini yakni hanya mampu mendeteksi lapisan minyak yang tebal, tidak bisa mendeteksi minyak yang berada di bawah air dan laut yang tenang.
Setelah melihat secara langsung, kita terjun langsung ke tempat kejadian. Proses penanggulangan dapat dilakukan secara fisika. Metode ini dilakukan dengan langkah awal yaitu mengisolasi secara cepat sebelum tumpahan minyak menyebar ke berbagai tempat. Metode fisika yang dapat digunakan ialah dengan mengambil kembali minyak bumi yang tumpah dengan oil skimmer. Oil Skimmer digunakan untuk mengangkat tumpahan minyak dilaut akibat kapal tanker yang bocor atau akibat yang lainnya. Pemakaian jenis oil skimmer biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan sebagai parameter yang sering dipakai dalam menentukan jenis oil skimmer ada beberapa yaitu jenis minyak yang tercampur di air, temperature cairan, dan persentase oil terhadap cairan yang dipisahkan.
SIMPULAN
1.1  Kesimpulan
Kasus pencemaran air laut dapat diakibatkan oleh pengeboran, eksplorasi minyak, produksi minyak, industri, rumah tangga, tumpahan minyak, radioaktif, lumpur, dan pengerukan. Kegiatan ini dapat berpengaruh pada beberapa sektor, diantaranya lingkungan pantai dan laut, ekosistem bio pantai dan laut, dan mengganggu aktivitas nelayan sehingga mempengaruhi kesejahteraan mereka. Pengaruh-pengaruh tersebut antara lain dapat mengubah karakteristik populasi spesies dan struktur ekologi komunitas laut, dapat mengganggu proses perkembangan dan pertumbuhan serta reproduksi organisme laut, bahkan dapat menimbulkan kematian pada organisme laut.
1.2  Saran
Sebagai manusia kita tidak boleh mencemari laut dan laut juga bisa menjadi sumber penghasilan dari seorang nelayan. Di laut juga terdapat makhluk lainnya seperti ikan, maka jangan pernah mencemari laut dengan sampah ataupun yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Fakhruddin.2004.Dampak Tumpahan Minyak Pada Biota Laut. Jakarta : Kompas
Furkhon.2010. Analisis Pencemaran Laut Akibat Tumpahan Minyak di Laut. Bandung : Unpad
http://pksplipb.or.id/detailnews.php?id=118&page=artikel

by Adiasa Dewa Pradipta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *